Survei Lenovo : Kompatibilitas, Layanan Purna Jual dan Think Green

By Tips Trik Komputer on 2011-05-07


Jakarta, CHIP.co.id - Lenovo bekerjasama dengan ZDNet dan Connection Research melakukan survei untuk memberikan informasi yang berguna kepada para pengguna komputer, baik komputer desktop maupun notebook. Survei ini bertujuan untuk mengungkapkan dampak krisis keuangan global pada tahun 2009 terhadap penggantian dan upgrade PC, pertimbangan-pertimbangan utama untuk pembelian PC, dan tren-tren teknologi dan korporat baru seperti kebijakan standarisasi PC, efisiensi dan komputasi awan. Acara ini mengambil lokasi di Immigrant Plaza Indonesia, Jakarta (3/5).

Survei mengambil sample yang mencakup 329 pengambil keputusan TI dari berbagai perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 500 orang di seluruh kawasan ASEAN yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailang dan Filipina. Survei ini dilakukan pada rentang waktu di bulan November hingga Desember 2010. Laporan tersebut mengamati tren dan praktek pembelian PC, kebijakan efisiensi energi dan perilaku terhadap teknologi-teknologi baru, seperti komputasi awan, di kawasan ASEAN.

Sandy Lumy selaku Country General Manager Lenovo Indonesia membuka acara dan sekaligus memaparkan hasil survei serta memaparkannya dengan terperinci. Krisis keuangan global pada dasarnya memiliki efek terhadap pembelian PC. Namun faktor harga atau biaya bukan berada pada urutan teratas, terlihat bahwa hanya sepertiga atau sekitar 32,5% responden telah pulih dari krisi keuangan seiring dengan waktu berjalan. Jumlah yang hampir sama tidak terkena dampak krisis sebesar 29,8% dan bahkan sebanyak 12,8% responden menggunakan momen krisis keuangan global untuk mempercepat strategi. Dapat dikatakan bahwa saat krisis berlangsung, menjadi sebuah pilihan pada setiap perusahaan untuk menahan pembelian PC dan memperbaiki keuangan perusahaan, atau tetap melakukan pembelian PC serta melakukan perubahan strategi bisnis.

Pengambilan keputusan pembelian PC pada sebuah perusahaan terletak pada beberapa posisi, namun manajemen senior (level-C) merupakan pihak yang paling berpengaruh dalam pembelian PC. Sebesar 35,9% responden mengatakan bahwa mereka adalah pengambil keputusan terakhir. Sedangkan CIO dan manajer TI adalah pihak terpenting kedua. Lebih dari setengah responden mengatakan bahwa CIO dan manajer TI memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan pembelian.

Hal yang terpeting dalam pengambilan keputusan adalah kualitas layanan purna jual (38,6%) dan kompatibilitas perangkat dengan aplikasi terbaru (35%). Faktor lainnya yang mencakup seputar harga (28%), kemampuan untuk menjalankan aplikasi masa depan (26,6%) dan biaya kepemilikan total atau Total Cost of Ownership (19,8%).

Cloud Computing

Responden juga pada umumnya menyadari akan berbagai tren terbaru dari teknologi PC, seperti kehadiran Lenovo yang menyediakan berbagai pilihan komputer, baik pada kelas PC enterprise, notebook hingga All-In-One PC. Bahkan baru-baru ini pula Lenovo meluncurkan fitur terbaru yaitu Enhanced Experince 2.0 (EE 2.0) yang ditanamkan pada beberapa jajaran notebook terbarunya. Kinerja EE 2.0 mampu menghasilkan kecepatan dan efisiensi waktu tunggu pada saat melakukan start-up maupun proses shutdown pada sistem operasi Windows 7.

Namun dengan tren dari teknologi PC, responden juga memiliki pilihan untuk memanfaatkan layanan komputasi awan (Cloud Computing). Kehadiran komputasi awan memudahkan penggunanya tanpa perlu dirumitkan mengenai kehadiran PC, bahkan hampir dua pertiganya yaitu sebesar 65,6% responden mengaki bahwa komputasi awan menjadi tren masa depan. Di satu sisi, sebanyak 70,2% tidak yakin akan tren komputasi awan ini dan lebih memiliki mengelola sendiri pemrosesan dan data pada perusahaan, dan sebanyak 36,2% tidak mempercayai kehadiran komputasi awan terutama pada sektor keamanan data.

Sandy mengungkapkan bahwa Lenovo akan melakukan spesialisasi untuk mengoptimalkan PC untuk solusi komputasi awan dan mengembangkan kemitraan dan berbagai penawaran untuk mendukung kebutuhan komputasi awan, termasuk pada faktor keamanan data tentunya. Untuk sektor ponsel pintar ataupun tablet yang setiap harinya selalu bermunculan produk dan berbagai fasilitas untuk mendukung kinerja pada setiap perusahaan, Sandy juga mengatakan bahwa beberapa perusahaan akan berpikiran maju akan mencoba skema-skema pembiayaan bersama sebagai persiapan menghadapi perubahan di tahun mendatang. Keberagaman dalam pengaturan komputasi akan berlaku pada beberapa lingkungan tertentu, namun tidak di lingkungan lain, sehingga kehadiran PC ataupun notebook tetap diperlukan dalam melakukan tugas keseharian.

Think Green

Faktor terakhir adalah mengenai green procurement yang lambat laun semakin diperhatikan pada setiap perusahaan, dimana kehadiran komputer green seperti sertifikasi 'hijau' GreenGuard, EPEAT dan ENERGY STAR memiliki peningkatan. Untuk itulah Lenovo juga menghadirkan berbagai teknologi yang mendukung green procurement dengan 'Think Green' seperti pada penghematan pada sektor bahan yang digunakan pada komputer atau notebook, konsumsi daya, hingga teknologi shutdown yang dapat diatur oleh pengguna sehingga dapat menghemat penggunaan energi listrik.

Azis Wonosari selaku Technical & Business Development Manager, Relationship Business Unit, Lenovo Indonesia memaparkan beberapa teknologi yang dimiliki Lenovo seperti peningkatan bahan yang digunakan pada notebook Lenovo pada sisi atas layar, sisi bawah, dan keamanan ketidaksengajaan tertumpah air pada keyboard. Beberapa hal tersebut mampu memberikan ketahanan pada jajaran notebook Lenovo. Penggunaan teknologi EE 2.0 pun memudahkan pengguna tanpa menunggu waktu yang lama, proses start-up menjadi lebih cepat, dan proses shutdown dapat memotong waktu tunggu. Proses shutdown pun dapat diatur oleh penggunanya sesuai kebutuhannya, sehingga dukungan fitur dan teknologi dari Lenovo dapat memberikan efisiensi biaya dalam jangka panjang pada perusahaan.


View the original article here

Share your views...

0 Respones to "Survei Lenovo : Kompatibilitas, Layanan Purna Jual dan Think Green"

Post a Comment